VIDIO Warga Kupang Temukan Bayi Di Hutan Pisang, Ari-ari Masih Menempel
Dilansir dari NetiTalk.com - Seorang bapak warga kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT menemukan seorang bayi laki-laki di Kebun miliknya.
Bapak yang diketahui bernama Elias Patti Angi itu menemukan bayi tersebut di tengah rumpun pohon pisang yang diisi di dalam sebuah karung berwarna putih.
Penemuan bayi laki-laki ini dibenarkan oleh Kapolres Kupang, AKBP Anak Agung Gede Anom Wirata, S.I.K, M.H
"Bayinya laki-laki ditemukan sekitar jam 06.00 WITA oleh Bapak Elias Patti Angi di RT 30 RW 10," kata Agung Gede seperti dilansir dari Halauanntt.
Agung Gede mengatakan, bayi itu ditemukan dalam keadaan hidup oleh Bapak Elias Patti saat ia hendak mengecek kondisi air di sawah miliknya.
Ia menduga bayi itu dibuang oleh Ibunya tidak jauh dari waktu ditemukannya bayi tersebut sekitar malam hari sebelumnya.
"Jadi kuat dugaan bayi itu dibuang ibunya saat hari masih gelap, karena kondisinya masih kuat dan sehat," jelasnya.
Agung Gede mengatakan, awalnya Elias Patti menduga bayi tersebut adalah sisa perut atau usus binatang yang dibuang orang ke kebun miliknya.
Namun ketika mengecek isi karung itu, barulah dia pastikan bahwa karung itu berisi bayi laki-laki. Selanjutnya ia melapor ke Ketua RT dan menginformasikan ke SPKT Polres Kupang.
Tiba di TKP, polisi langsung mengevakuasi bayi itu ke Rumah Sakit Naibonat guna mendapatkan perawatan medis.
"Kondisi bayi tersebut juga sangat memperihatinkan. Karena tali pusar bayi ini masih melekat pada tubuhnya, sehingga kami perkirakan bayinya baru dilahirkan," paparnya.
Atas kejadian itu Kapolres Agung menyebut pihaknya akan melakukan penyelidikan guna mengetahui oknum pembuang bayi tersebut.
Pelaku pembuang bayi ditemukan
Dilansir dati kupangterkini.com, Setelah penemuan menggegerkan tersebut, Sat Intelkam Polres Kupang serta anggota Polsek Kupang Timur bergerak cepat melacak pelaku.
Akhirnya, pelaku yang notabene ibu biologis bayi tersebut ditemukan sore tadi sekitar pukul 17.00 Wita oleh Aipda Semi Ndaomanu serta Aipda Ferdinand Padelani.
Pelaku yakni SM, 19 saat ini masih bersekolah di SMA Negeri 1 Kupang Timur yang juga tinggal di kelurahan Oesao.
Diketahui, yang bersangkutan hamil sudah sekitar tujuh bulan.
Orangtua pelaku sebelumnya sudah menaruh curiga namun tidak menanyakan hal tersebut.
Barulah pada pukul 00.00 Wita, yang bersangkutan merasa perutnya sakit sehingga menuju ke lokasi kejadian dan melahirkan bayi malang tersebut.
Untuk informasi, kabar terbaru yang kupangterkini.com dapatkan bayi malang tersebut telah meninggal dunia.
Namun belum ada informasi secara rinci kematian bayi malang tersebut.
